jurnalmamberamofoja.com – Pemerintah Kabupaten Mamberamo Raya terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai salah satu strategi menekan angka pengangguran dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui pelatihan tahap II pembuatan perahu fiber yang merupakan kerja sama Dinas Sosial Kabupaten Mamberamo Raya dengan Dinas Tenaga Kerja melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Loka Latihan Kerja (LLK) Usaha Kecil Menengah (UKM) Biak.
Kegiatan pelatihan yang berlangsung selama kurang lebih satu minggu, sejak 31 Agustus hingga 6 September 2026, resmi ditutup pada Senin, 7 September 2026 di Kabupaten Biak Numfor.
Penutupan kegiatan tersebut dihadiri Bupati Biak Numfor Markus O. Mansnembra, Plt Sekda, para asisten dan jajaran Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, Kepala Dinas Sosial Biak Numfor Adeodatus S. Palangan, Kepala Dinas Tenaga Kerja Biak Numfor Djoni Domeng, Kepala UPT LLK UKM Biak Yalon Kbarek, serta unsur Forkopimda dan sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Bupati Mamberamo Raya Robby Wilson Rumansara, SP., MH., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, khususnya Dinas Tenaga Kerja melalui UPT LLK UKM Biak, yang telah memberikan pelatihan keterampilan kepada peserta dari Mamberamo Raya.
Menurutnya, pelatihan tersebut merupakan bentuk nyata komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas SDM sekaligus membuka kesempatan kerja bagi masyarakat.
“Pelatihan ini merupakan wujud nyata komitmen kita bersama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta mengurangi angka pengangguran melalui peningkatan keterampilan kerja,” ujar Robby.

Angka Pengangguran Jadi Perhatian
Bupati Robby juga menyoroti kondisi ketenagakerjaan, baik secara nasional maupun di Papua dan Kabupaten Mamberamo Raya.
Berdasarkan data yang disampaikan dalam sambutannya, jumlah pengangguran secara nasional mencapai sekitar 7,22 juta orang, dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 4,65 persen.
Sementara di Provinsi Papua, TPT tercatat sebesar 7,02 persen dengan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebesar 65,70 persen.
Khusus di Kabupaten Mamberamo Raya, angka pengangguran tercatat sebesar 2,41 persen atau mengalami peningkatan sekitar 1,36 persen dibandingkan periode sebelumnya. Sementara jumlah penduduk yang bekerja tercatat sebanyak 12.518 orang. Kondisi tersebut, kata Robby, harus menjadi perhatian bersama.
Pemerintah daerah perlu mendorong berbagai program yang dapat meningkatkan keterampilan masyarakat sehingga mereka memiliki kemampuan untuk memasuki dunia kerja maupun menciptakan lapangan pekerjaan sendiri.
“Kami berharap kegiatan pelatihan seperti ini dapat ditindaklanjuti melalui program-program prioritas di daerah. Tentunya peserta yang mengikuti pelatihan saat ini dapat menjadi penerima manfaat, sehingga kenaikan angka pengangguran dapat ditekan,” katanya.

Perahu Fiber Jadi Bekal Usaha Mandiri
Robby menilai keterampilan dan keahlian kerja menjadi modal penting bagi masyarakat dalam menghadapi tantangan ekonomi yang semakin kompleks.
Karena itu, pelatihan pembuatan perahu fiber tidak boleh dipandang hanya sebagai kegiatan pelatihan biasa, tetapi harus menjadi investasi jangka panjang dalam menciptakan tenaga kerja yang mandiri, kreatif dan memiliki daya saing.
Ia berharap keterampilan yang diperoleh peserta dapat dikembangkan dan dimanfaatkan setelah kembali ke Mamberamo Raya.
“Ilmu, keahlian dan sertifikat kompetensi yang telah saudara peroleh selama pelatihan bukanlah akhir, tetapi menjadi modal awal untuk melangkah ke dunia kerja atau merintis usaha mandiri,” pesan Robby kepada para peserta.
Ia juga meminta para peserta menjadikan keterampilan tersebut sebagai peluang untuk meningkatkan taraf hidup keluarga sekaligus berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Menurutnya, peserta tidak boleh berhenti belajar setelah pelatihan selesai. Keterampilan harus terus diasah agar mampu mengikuti perkembangan kebutuhan dunia kerja dan industri.
“Jadikanlah keterampilan ini sebagai jalan untuk meningkatkan taraf hidup keluarga dan turut serta membangun daerah kita tercinta. Tetaplah bersemangat, disiplin dan terus mengasah kemampuan karena tantangan di dunia industri saat ini semakin kompetitif,” tegasnya.

Dorong Peserta Jadi Tenaga Terampil
Pelatihan pembuatan perahu fiber ini diharapkan tidak berhenti pada peningkatan kemampuan teknis peserta, tetapi dapat memberikan dampak nyata terhadap perekonomian masyarakat Mamberamo Raya.
Dengan keterampilan yang dimiliki, peserta diharapkan mampu membuka usaha secara mandiri, bekerja di sektor yang membutuhkan tenaga terampil, maupun mengembangkan keterampilan tersebut menjadi usaha produktif di kampung masing-masing.
Pemerintah Kabupaten Mamberamo Raya juga diharapkan dapat menindaklanjuti hasil pelatihan melalui program pemberdayaan dan dukungan sarana produksi, sehingga keterampilan yang telah diperoleh peserta benar-benar dapat dimanfaatkan.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Robby Rumansara menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta yang telah menyelesaikan pelatihan.
Ia berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti pelatihan dapat menjadi bekal untuk membuka masa depan yang lebih baik.
“Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa menolong dan memberikan hikmat serta bimbingan-Nya kepada kita semua,” ujarnya.
Dengan berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan, Bupati Mamberamo Raya secara resmi menutup pelatihan pembuatan perahu fiber tahap II yang dilaksanakan melalui kerja sama Dinas Sosial Kabupaten Mamberamo Raya dengan Dinas Tenaga Kerja UPT LLK UKM Biak.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah konkret pemerintah daerah dalam menyiapkan masyarakat yang memiliki keterampilan, produktif, mandiri dan mampu bersaing di dunia kerja.