Burmeso, jurnalmamberamofoja.com – Pemerintah Kabupaten Mamberamo Raya mulai mempersiapkan pembangunan Pasar Mama-Mama Papua dengan menyerahkan lokasi lahan di Kampung Burmeso, Distrik Mamberamo Tengah, Jumat (6/11/2026).
Penyerahan lokasi tersebut dipimpin Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah Kabupaten Mamberamo Raya, Frangky G. Lilihata, ST., M.Si., dan turut dihadiri Ketua Komisi III DPRK Mamberamo Raya, Yonas Tasti, Plt. Kepala Distrik Mamberamo Tengah, Yohanis Meop, serta Plt. Kepala Dinas Perhubungan, Eduard Tasti, SH.
Kegiatan ini juga melibatkan masyarakat Kampung Burmeso, para kepala suku dan ondoafi yang turut memberikan dukungan terhadap rencana pembangunan pasar tersebut.
Dalam sambutannya, Frangky Lilihata menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Burmeso yang telah mendukung program pemerintah daerah, khususnya dalam upaya memperkuat ekonomi kerakyatan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, dukungan masyarakat merupakan bentuk nyata semangat kebersamaan dan gotong royong dalam mendorong pembangunan daerah.
“Dukungan penuh dari masyarakat Burmeso sangat kami hargai. Ini menunjukkan semangat gotong royong dan kebersamaan dalam membangun daerah kita. Pasar Mama-Mama Papua ini nantinya menjadi pusat perekonomian baru yang dapat memberdayakan mama-mama pedagang lokal,” ungkapnya.
Lokasi yang diserahkan untuk rencana pembangunan pasar tersebut memiliki luas sekitar 20.000 meter persegi atau dua hektare, dengan ukuran panjang 200 meter dan lebar 100 meter.
Pembangunan Pasar Mama-Mama Papua diharapkan menjadi tempat yang layak bagi para pedagang lokal, khususnya mama-mama Papua, untuk menjual hasil bumi, kerajinan tangan, serta berbagai produk tradisional. Dengan demikian, masyarakat memiliki ruang usaha yang lebih baik sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan keluarga.
Sementara itu, dukungan juga disampaikan dari DPRK Mamberamo Raya. Ketua Komisi III DPRK, Yonas Tasti, menyatakan komitmennya untuk mendukung dan mengawal rencana pembangunan tersebut agar dapat terlaksana dengan baik serta tepat sasaran demi kepentingan masyarakat.
Sinergi antara pemerintah daerah, DPRK, pemerintah distrik, tokoh adat, dan masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam menyukseskan pembangunan fasilitas ekonomi kerakyatan di Kabupaten Mamberamo Raya.
Pemerintah Kabupaten Mamberamo Raya selanjutnya akan memperjuangkan anggaran pembangunan Pasar Mama-Mama Papua melalui APBD Induk Tahun Anggaran 2027. Rencana pembangunan tidak hanya diarahkan di Burmeso, tetapi juga di Kasonaweja.
Melalui pembangunan dua pasar tersebut, pemerintah daerah berharap mama-mama Papua memiliki fasilitas perdagangan yang lebih representatif, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan memperkuat sektor usaha lokal.
Laporan: Musa Soromaja