Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan dokumen kerja sama oleh Bupati Mamberamo Raya, Robby Wilson Rumansara, SP., MH., bersama Direktur PT Palma Pertiwi Makmur, Mardianto, serta Koordinator Wilayah Papua, Imam Syafi’i, SE., disaksikan Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Mamberamo Raya, Terianus Bisararisi, dan jajaran terkait.
Dalam sambutannya, Bupati Robby Rumansara menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat menjadi prinsip utama dalam pelaksanaan kerja sama tersebut. Ia memahami kekhawatiran masyarakat terhadap kehadiran perusahaan yang selama ini dinilai belum selalu memberikan manfaat nyata bagi warga setempat.
Karena itu, ia meminta PT Palma Pertiwi Makmur agar tidak hanya menjalankan program usaha, tetapi juga melibatkan, membina, dan memberdayakan masyarakat supaya mampu mengelola potensi daerah secara mandiri.
“Jangan sampai masyarakat hanya menjadi penonton. Dalam kerja sama ini, masyarakat harus dilibatkan dan dibina agar memiliki kemampuan serta kemandirian dalam mengembangkan sektor pertanian, perikanan, dan peternakan,” tegasnya.
Robby menjelaskan, kerja sama tersebut dirancang untuk menjangkau delapan distrik di Kabupaten Mamberamo Raya. Menurutnya, kehadiran PT Palma bukan untuk menguasai atau membagi-bagi lahan masyarakat, melainkan membangun kemitraan dengan pemerintah daerah dan masyarakat sesuai kesepakatan yang akan dilaksanakan.
Ia menegaskan, pemerintah daerah berperan memfasilitasi sekaligus mengawasi pelaksanaan kerja sama agar berjalan sesuai tujuan dan tidak menimbulkan persoalan di tengah masyarakat.
“Pemerintah hadir untuk memfasilitasi dan ikut bertanggung jawab mengawal kerja sama ini. Pengelolaan lahan harus dilakukan melalui komunikasi dan kesepakatan bersama masyarakat, serta tetap dalam pengawasan pemerintah,” ujarnya.
Bupati juga menyebut kerja sama dengan pihak swasta merupakan salah satu upaya pemerintah daerah mencari solusi atas keterbatasan pembiayaan pembangunan. Ia berharap investasi perusahaan dapat membantu menjawab kebutuhan masyarakat tanpa seluruh pembiayaan program harus ditanggung melalui anggaran pemerintah daerah.
Menurut Robby, PT Palma Pertiwi Makmur juga disebut akan berkolaborasi dengan Bappenas dan sejumlah kementerian dalam mendukung agenda kedaulatan pangan dan energi nasional. Melalui kolaborasi tersebut, sektor pertanian, perikanan, dan peternakan diharapkan berkembang serta mampu memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Ia turut berharap kehadiran perusahaan dapat membantu menjawab sejumlah kesulitan yang selama ini dihadapi masyarakat, termasuk persoalan ketersediaan listrik, bahan bakar minyak (BBM), dan kebutuhan dasar lainnya, sesuai program serta kesepakatan yang akan direalisasikan.
Robby juga mengingatkan para kepala suku dan pemangku kepentingan adat agar mengedepankan keterbukaan dan transparansi dalam setiap pembahasan mengenai pengelolaan lahan maupun kesepakatan dengan perusahaan. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah kesalahpahaman dan konflik di kemudian hari.
Bupati Minta Perusahaan Bangun Kepercayaan Masyarakat
Dalam keterangan pers kepada awak media, Robby kembali menekankan bahwa kerja sama ini harus menjawab kekhawatiran dan keresahan masyarakat terhadap pengalaman kehadiran perusahaan sebelumnya.
Ia berharap PT Palma berkomitmen menjalankan seluruh kesepakatan, terutama yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat dan kendala pembangunan di Kabupaten Mamberamo Raya.
Menurutnya, komunikasi yang baik dengan ondoafi, kepala suku, LMA, dan masyarakat adat merupakan kunci agar program perusahaan dapat diterima serta berjalan dengan baik.
Ia juga menegaskan bahwa masyarakat harus merasa memiliki program yang dijalankan, bukan sekadar menjadi pihak yang menyaksikan kegiatan perusahaan tanpa memperoleh manfaat.
PT Palma Siap Dukung Kedaulatan Pangan dan Energi
Sementara itu, Direktur PT Palma Pertiwi Makmur, Mardianto, mengajak seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan untuk bersama-sama mendukung upaya pembangunan Kabupaten Mamberamo Raya.
Ia berharap kerja sama dengan pemerintah daerah dapat menjadi langkah awal untuk memperkuat sektor pangan dan energi sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Senada dengan itu, Koordinator Wilayah Papua Raya PT Palma Pertiwi Makmur, Imam Syafi’i, SE., mengajak ondoafi, kepala suku, LMA, dan seluruh masyarakat adat untuk membangun komunikasi serta kebersamaan demi kemajuan daerah.
Imam mengatakan, salah satu rencana awal yang ingin didorong perusahaan adalah pembangunan gudang Pertasol untuk membantu menjawab persoalan ketersediaan bahan bakar yang selama ini dirasakan masyarakat Mamberamo Raya.
“Kami datang untuk membangun bersama pemerintah daerah dan masyarakat. Salah satu yang ingin kami dorong terlebih dahulu adalah pembangunan gudang Pertasol karena masyarakat masih mengalami kesulitan mendapatkan bahan bakar,” ujarnya.
Ia menegaskan, perusahaan tidak bermaksud mengambil alih tanah masyarakat. Sebaliknya, PT Palma menyatakan ingin membantu masyarakat mengembangkan dan mengolah potensi lahan melalui kerja sama yang disepakati bersama.
“Kami datang bukan untuk mencaplok tanah masyarakat. Lahan tetap menjadi bagian dari hak masyarakat, sedangkan kami hadir untuk membantu. Masyarakat yang bekerja dan mengolah, sementara perusahaan mendukung sesuai kerja sama,” tegas Imam.
Melalui kerja sama tersebut, Pemerintah Kabupaten Mamberamo Raya berharap sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat adat dapat mendorong pengembangan potensi lokal, memperkuat ketahanan pangan dan energi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di delapan distrik.
Laporan: Roy Hamadi