Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Ketua I DPRK Mamberamo Raya, Dony Pateh, anggota DPRK dari dapil setempat, Kepala Dinas Perikanan Frengky Waisimon, Kepala Kampung Poiwai, Terianus Maitindom dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI-Polri, kepala distrik, para kepala suku, serta tokoh masyarakat dari wilayah yang menjadi sasaran pembangunan.
Bupati Robby Rumansara mengatakan, Pemerintah Kabupaten Mamberamo Raya terus menjalin komunikasi dengan kementerian terkait untuk mendorong pelaksanaan berbagai program strategis nasional di daerah, mulai dari Kampung Nelayan Merah Putih, Sekolah Rakyat, Koperasi Merah Putih hingga Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurutnya, berbagai tantangan yang dihadapi sejak 2025 tidak menyurutkan upaya pemerintah daerah untuk memperjuangkan program-program tersebut. Memasuki 2026, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih mulai direalisasikan di Mamberamo Raya.
“Puji Tuhan, tahun 2026 ini program Kampung Nelayan bisa mulai kita laksanakan di Mamberamo Raya. Ini patut kita syukuri bersama karena menjadi peluang bagi masyarakat, khususnya para nelayan, untuk meningkatkan kesejahteraan mereka,” ujar Robby kepada awak media.
Ia menjelaskan, pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan telah menetapkan lima lokasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Mamberamo Raya, yakni Kampung Poiwai, Warembori, Sorabi, Bensor, dan Nadofuai.
Robby mengajak pemerintah daerah, TNI-Polri, pelaksana pembangunan, serta seluruh masyarakat di lima kampung tersebut untuk memberikan dukungan penuh. Menurutnya, fasilitas yang dibangun nantinya merupakan aset penting yang harus dijaga dan dimanfaatkan demi kepentingan masyarakat.

Kita Kawal Kampung Nelayan Hingga Beroperasi
Bupati juga berharap pembangunan dapat diselesaikan sesuai jadwal yang telah ditetapkan pemerintah pusat melalui kementerian terkait, dengan target rampung pada Desember 2026.
“Harapan kita, pekerjaan ini tidak mengalami kendala dan dapat selesai tepat waktu. Jika sudah rampung, tahun depan fasilitas ini harus mulai beroperasi sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tegasnya.
Ia menilai keberadaan Kampung Nelayan Merah Putih dapat membantu menjawab persoalan yang selama ini dihadapi nelayan, terutama dalam penanganan hasil tangkapan dan akses pemasaran ke pasar.
Robby menegaskan, tanggung jawab pemerintah daerah tidak berhenti setelah pembangunan fisik selesai. Dinas terkait, khususnya Dinas Perikanan, tetap harus berkoordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk memastikan kesiapan operasional fasilitas tersebut.
“Jangan sampai kita hanya membangun fisiknya, tetapi setelah itu tidak beroperasi. Kita harus memastikan fasilitas ini bisa digunakan dengan baik. Masyarakat juga perlu mempersiapkan diri untuk memanfaatkan peluang ini agar dapat membawa perubahan bagi perekonomian keluarga,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua I DPRK Mamberamo Raya, Dony Pateh, menyatakan dukungan penuh terhadap pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih yang mulai dilaksanakan di Distrik Poiwai.
Politisi Partai Perindo itu mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan mendukung kelancaran pekerjaan agar pembangunan dapat diselesaikan sesuai rencana.
Menurut Dony, selama ini nelayan menghadapi tantangan dalam memasarkan hasil tangkapan. Dengan adanya fasilitas Kampung Nelayan Merah Putih, diharapkan proses pengelolaan hasil perikanan dan akses pemasaran menjadi lebih mudah.
“Ke depan, kita berharap nelayan dapat lebih fokus mencari ikan, sementara fasilitas yang dibangun ini membantu mendukung pengelolaan hasil tangkapan mereka. Ini menjadi peluang yang harus dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, Mamberamo Raya memiliki potensi hasil perikanan yang perlu didukung dengan sarana dan prasarana memadai. Karena itu, keterlibatan pemerintah dan masyarakat dinilai penting agar pembangunan lima lokasi Kampung Nelayan Merah Putih dapat memberikan manfaat nyata bagi nelayan setempat.
Pemerintah daerah berharap, setelah beroperasi, Kampung Nelayan Merah Putih tidak hanya menjadi fasilitas fisik, tetapi juga menjadi penggerak aktivitas ekonomi masyarakat pesisir di Kabupaten Mamberamo Raya.
Laporan: Roy Hamadi