Bupati Mamberamo Raya Nonaktifkan 5 Distrik Pemekaran, Ternyata Karena Ini

Koreri.com, Burmeso – Pemerintah Kabupaten Mamberamo Raya memutuskan untuk menonaktifkan sementara lima ( 5 ) distrik pemekaran di wilayah itu.

Langkah itu diambil menyusul kebijakan efisiensi penggunaan anggaran daerah ditahun anggaran 2026 mendatang

Keputusan penonaktifan 5 Distrik Pemekaran ini disampaikan langsung Bupati Robby Wilson Rumansara, SP, MH, sebagai langkah strategis untuk menyeimbangkan pengelolaan anggaran dengan kebutuhan pelayanan publik yang optimal.

Bupati menyampaikan bahwa keputusan ini diambil berdasarkan evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas pelayanan serta kondisi keuangan daerah yang saat ini memerlukan penghematan dan pengelolaan anggaran yang lebih fokus karena masih terjadi efisiensi anggaran yang diberlakukan Pemerintah pusat di tahun anggaran 2026 mendatang.

Dengan begitu, langkah ini harus dilakukan untuk menyeimbangkan pengelolaan anggaran daerah yang sangat terbatas.

“Perlu saya sampaikan kepada seluruh masyarakat Mamberamo Raya dari Air Menetes sampai Ombak Pecah, dari Nadofuai sampai Yoke, bahwa untuk menjawab berbagai informasi yang berkembang di media sosial, maka Pemerintah daerah di tahun anggaran 2026 akan menonaktifkan sementara lima distrik pemekaran yang belum memiliki syarat administrasi pemekaran distrik, dukungan infrastruktur dan sumber daya manusia yang memadai,” tegasnya.